Sebagai seorang pendidik, apa sajakah kesibukan Anda sekarang? Membuat RPP/Perencanaan, koreksi ulangan, mengikuti bimtek, sibuk dengan kegiatan pendampingan siswa di sekolah, sibuk update ilmu, kuliah, atau malah tidak ada kesibukan sama sekali.
Waktu yang Tuhan berikan untuk kita sama, 24 jam. Namun apakah itu dapat kita manfaatkan dengan baik? Jika Anda sudah lebih dari 10 tahun mengajar, mungkin sudah sangat hafal dengan materi, metode penilaian, dan juga mungkin metode pendampingan ke anak, sehingga tidak terlalu banyak yang perlu disiapkan. Hal ini tidak berlaku untuk guru baru atau belum lama mengajar. Pastinya mereka masih memiliki idealisme-idealisme dalam mengajar, mengejar karir, penilaian, atau memaksimalkan kreatifitas yang dimiliki.
Era AI

Sekarang adalah eranya Artificial Intelegence (AI). AI mempermudah pekerjaan kita, terutama dalam mengajar, misalnya untuk membuat materi, metode pembelajaran, strategi pembelajaran, desain pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan lain sebagainya. Banyak pekerjaan guru yang terbantu dengan adanya AI. Bisa kita refleksikan, seberapa banyak dalam sehari kita memanfaatkan AI? Mungkin ada yang sedikit-sedikit AI, berpikir sedikit harus pakai AI. Catatan lainnya, seberapa sering Anda masih menggunakan murni pikiran Anda, untuk membuat catatan atau pekerjaan sehari-hari.
Era Scroll Media Sosial
Selain AI, tiap harinya mungkin dari antara kita, sebagai pengajar, sering memanfaatkan media sosial, sekedar untuk hiburan, refresing atau mengisi waktu. Yang tidak kita sadari adalah pikiran kita kemudian menjadi penuh, gampang stres karena banyaknya informasi, yang mungkin tidak kita perlukan tapi kita lihat dan kita rekam di otak kita masing-masing.
Stop sejenak menggunakan AI dan Scroll Media Sosial
Ini tentunya bukan ajakan untuk terus menerus kita berhenti menggunakan AI dan scroll media sosial. Kita cukup 1-2 jam, hidup tanpa itu. Mau mencoba? Mari kita coba bersama, agar kita juga tidak terlalu terlelap dalam AI dan scroll media sosial secara berlebihan. Ada kalanya kita rehat, menggunakan kreatifitas pikiran kita kita bekerja.
Salam sehat,
Heri Istiyanto


Comment